MATERI PKKMB HARI 1 SAMPAI 4 2025
EVALUASI KEGIATAN BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB)
UNIVERSITAS LAMPUNG TINGKAT UNIVERSITAS DAN FAKULTAS TAHUN 2025
MERAJUT KEBERSAMAAN DALAM BINGKAI BHINNEKA
TUNGGAL IKA UNTUK MEWUJUDKAN UNILA BE STRONG
DENGAN MENCIPTAKAN MAHASISWA UNGGUL DAN
INOVATIF
DISUSUN OLEH :
A.DIEGA JAMAIKA
2515012021
UNIVERSITAS LAMPUNG
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR 2025
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peserta didik yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi akan merasakan berbagai perbedaan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan pembelajaran yang ditempuh sebelumnya, baik aspek akademik maupun aspek sosial budaya. Dalam rangka menyiapkan mental dan memberikan gambaran tentang sistem pembelajaran dan kehidupan di kampus maka diperlukan adanya program pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru untuk mempercepat transisi dan adaptasi dengan lingkungan yang baru.
PKKMB Juga diharapkan dapat menjadi wahana penanaman 5 (lima) program gerakan nasional revolusi mental yaitu Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu. Dengan kata lain melalui PKKMB kita ingin memberikan bekal awal agar mahasiswa kelak akan menjadi alumni perguruan tinggi yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran ahlak, cinta tanah air dan berdaya saing global.
PKKMB harus direncanakan secara matang agar dapat dijadikan momentum bagi mahasiswa baru untuk mendapat informasi yang tepat mengenai sistem pendidikan di perguruan tinggi baik bidang akademik maupun non-akademik. PKKMB juga diharapkan dapat menjadi penyadaran akan adanya hal-hal yang dapat menghambat studi mahasiswa baru termasuk bisa menghambat pencapaian tujuan nasional misalnya masalah radikalisme, terorisme, penyalahgunaan narkoba, plagiarisme, korupsi dan lainnya.
Selain itu PKKMB juga diharapkan merupakan ajang penyadaran akan pentingnya pemahaman tentang globalisasi dan revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yang menuntut mahasiswa untuk menjadi orang-orang yang menghayati dan memiliki literasi data, literasi teknologi dan literasi kemanusiaan serta kesiapan untuk penguasaan kompetensi yang diperlukan di abad 21. Kompetensi- kompetensi itu antara lain kemampuan berpikir nalar kreatif dan kritis, problem solving, terampil berkomunikasi, berkolaborasi, memahami bidang kerja dan pengembangan karirnya serta melek digital.
Masa ini dapat dijadikan titik tolak inisiasi pembinaan idealisme, menanamkan dan memperkuat rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan, juga dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan berintegritas. Kadang-kadang sebagian dari pihak kampus menyerahkan kegiatan secara penuh kepada peserta didik senior tanpa ada proses pembimbingan dan pendampingan yang memadai, sehingga sering terjadi kegiatan di luar kendali pihak kampus.
Masing-masing perguruan tinggi mengembangkan model pengenalan kampus sesuai dengan interpretasi masing-masing sehingga terjadi penyimpangan antara lain aktivitas perpeloncoan oleh senior, kekerasan fisik dan atau psikis yang dapat berakhir dengan adanya korban jiwa yang tentu saja dapat menimbulkan kecemasan, kekhawatiran atau bahkan ketakutan bagi mahasiswa baru dan bahkan orang tua.
Program pengenalan harus direncanakan secara matang agar dapat dijadikan sebagai momen yang tepat untuk menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik baru. Mahasiswa baru diharapkan mendapat informasi yang tepat mengenai sistem pendidikan di perguruan tinggi baik bidang akademik maupun non-akademik.
Penyusunan panduan yang lebih rinci dinilai perlu untuk mengingatkan kembali tentang penyelenggaraan proses belajar mengajar berbasis kompetensi yang memerlukan syarat (1) pemahaman tentang learning to know, learning to do, learning to live togeher, dan learning to be dari program studi yang akan ditempuh secara benar dan sedini mungkin, (2) kemampuan beradaptasi dengan lingkungan belajar secara cepat agar
proses pembelajaran berlangsung dalam suasana atmosfir yang baik, dan (3) sistem pembelajaran mahasiswa yang tepat untuk percepatan proses pemahaman makna program studi yang dimasuki dan adaptasi dengan lingkungan kampus.
1.2 Sejarah Unila
Usaha untuk mendirikan perguruan tinggi di daerah Keresidenan Lampung timbul dari dua panitia yang lahir tahun 1959, yaitu panitia pendirian dan perluasan sekolah lanjutan (P3SL) di Tanjungkarang, yang diketuai oleh Zainal Abidin Pagar Alam dan sekretarisnya Tjan Djiit Soe, serta Panitia Persiapan Pembentukan Yayasan Perguruan Tinggi Lampung (P3YPTL) yang dibentuk di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 1959 dengan Ketua Nadirsjah Zaini, M.A. dan Sekretaris Hilman Hadikusuma. Pada tanggal 19 Januari 1960 P3SL mengadakan musyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat Lampung untuk mempersiapkan berdirinya suatu perguruan tinggi. Pada waktu itu P3SL diubah namanya menjadi Panitia Pendirian Perluasan Sekolah Lanjutan Dan Fakultas (P3SLF) dengan Ketua Zainal Abidin Pagar Alam dan Sekretaris Tjan Djiit Soe.
Tanggal 19 Juli 1960 Sekretariat Fakultas Ekonomi Hukum Sosial (FEHS) Lampung dibuka di aula gedung sekolah bekas Hak Haw di Jalan Hasanudin No.34 Teluk Betung oleh tiga mahasiswa yang mewakili P3SLF, yaitu Hilman Hadikusuma, Alhusniduki Hamim, dan Abdoel Moeis Radja Hukum. Pada tanggal 7 September 1960 setelah diadakan pertemuan antara P3SLF dan P3YPTL, maka kedua panitia tersebut dilebur menjadi satu yayasan dengan nama Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Lampung (YPPLT) dengan akte Wakil Notaris M.M Efendi Nomor 24 tanggal 23 November 1960, yang bertugas membina fakultas yang baru didirikan tersebut dan mengusahakan perubahan statusnya menjadi negeri.
Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Universitas Sriwijaya (dr.M.Isa) Nomor D-40-7-61 tanggal 14 Februari 1961, terhitung tanggal 1 Februari 1961 ditetapkan Jurusan FEHS
Lampung menjadi cabang Fakultas Hukum Unsri. Pada tanggal 15 Februari 1961 Hi.Zainal
Abidin Pagar Alam ditunjuk sebagai anggota kurator Universitas Sriwijaya di wilayah Lampung atas dasar surat Keputusan Presiden Unsri Nomor UP/031/C-1/1961. Mr. Hosein Effendi mendapat kepercayaan untuk memimpin Fakultas Hukum dan Drs. Moersalim diberi kepercayaan memimpin Fakultas Ekonomi.
Mr.Rusli Dermawan diberi kepercayaan untuk memimpin penyelenggaraan pendidikan pada Fakultas Hukum, dan Drs. P. Sitohang memimpin Fakultas Ekonomi dengan Drs. Subki E. Harun sebagai Sekretaris Fakultas.
Dalam rangka penyelesaian studi mahasiswa cabang Fakultas Hukum dan cabang Fakultas Ekonomi Unsri tersebut, atas persetujuan Presiden Unsri, pada tahun 1964 diadakan hubungan afiliasi dengan Universitas Indonesia di Jakarta.
Harapan masyarakat Lampung untuk memiliki sebuah universitas negeri yang berdiri sendiri dapat terkabul. Hal ini terbukti dengan diterbitkannya surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 195 Tahun 1965 yang menyatakan bahwa sejak tanggal 23 September 1965 berdiri Universitas Lampung
(Unila), yang saat itu memiliki dua Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Hukum. Kusno Danupoyo yang pada saat itu sebagai Gubernur/KDH Provinsi Lampung diangkat sebagai pejabat Ketua Presedium Universitas Lampung.
Pada tahun 1966 Kusno Danupoyo diganti kedudukannya oleh Gubernur yang menggantikannya yaitu H. Zainal Abidin Pagar Alam. Kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 1966 Tentang Pendirian Universitas Lampung.
Pembentukan Fakultas Pertanian berdasarkan Surat Keputusan Presidium Unila Nomor756/KPTS/1967 dan mulai berjalan sambil menunggu SK Pengukuhan dari
Mendikbud. Pada tahun 1968, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta Cabang Tanjungkarang dengan keputusan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Nomor 1 tahun1968, diintegrasikan ke dalam Unila menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Universitas Lampung semakin maju dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Pembentukan Fakultas Teknik berdasarkan Surat Keputusan Presidium Unila Nomor 227/KPTS/Pres/1968 pada tanggal 5 Juli 1968. Namun karena adanya berbagai kendala, fakultas ini tidak dapat melanjutkan keberadaannya dan dengan Surat Keputusan Nomor 101/B-/11/72, Fakultas Tehnik tidak menerima mahasiswa baru lagi dan sejumlah mahasiswa fakultas ini disalurkan ke fakultas lainnya.
Fakultas Pertanian resmi berdiri sejak tanggal 16 Maret 1973 yang dikukuhkan dengan Surat
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0206/01973. Dengan dukungan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung, dibentuk lagi Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Teknik Sipil pada tanggal 13 Januari 1978.
Pada Tahun Akademik 1986/1987 dibuka Program Studi (PS) Sosiologi dan PS Ilmu Pemerintahan di bawah naungan Fakultas Hukum. Untuk mengoordinasikan pelaksanaan akademiknya, dibentuk Persiapan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (Persiapan FISIP). Pada Tahun Akademik 1989/1990 dibuka PS Biologi dan PS Kimia di bawah naungan Fakultas Pertanian. Untuk mengoordinasikan pelaksanaan akademiknya, dibentuk Persiapan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Persiapan FMIPA).
Fakultas Nongelar Tehnologi statusnya diubah menjadi Fakultas Tehnik berdasarkan Surat keputusan Rektor Unila Nomor 08/KPTS/R/1991 tanggal 6 Juli 1991 bertambah lagi fakultas baru di Unila, Persiapan FISIP resmi menjadi FISIP berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0334/0/1995. Begitu juga dengan Persiapan FMIPA yang resmi menjadi FMIPA berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 0334/0/1995.
Unila mulai menyelenggarakan Program Pascasarjana yang dimulai oleh program studi Magister Tehnologi Agroindustri dan Magister Hukum, diikuti oleh Magister Manajemen dan Agronomi pada tahun 2000 dan Magister Teknologi Pendidikan pada tahun 2001.
Berdasarkan SK Dikti Nomor 3195/D/I/2003 Unila mendapat izin menyelenggarakan Program Pendidikan Dokter yang pada tahun ajaran 2002/2003 mulai menerima mahasiswa baru.
Fakultas Kedokteran Unila resmi disahkan sesuai dengan SK Menpan Nomor8/439/M.PAN- RB/2/2011 tanggal 16 Februari 2011. Dengan demikian saat ini Unila memiliki 8 fakultas yaitu
: Fakultas Ekonomi (diintegrasikan menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada tahun 2011), Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, Fakultas Tehnik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Fakultas Kedokteran.
Pada awalnya, Unila berada di 3 (tiga) lokasi, yaitu Jalan Hasanudin Nomor 34; kompleks Jalan Jendral Suprapto Nomor 61 Tanjungkarang; dan kompleks Jalan Sorong Cimeng, Telukbetung. Sejak Tahun 1973/1974 telah dibuka kampus Unila di Gedongmeneng dan saat ini semua Fakultas sudah berada di dalam kampus tersebut.
Antara tahun 1960 sampai 1965, Unila dipimpin oleh seorang koordinator. Sejak tanggal 25Desember 1965 sampai dengan 28 Mei 1973, Unila dipimpin oleh satu presidium yang diketuai oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Lampung. Sejak Mei 1973 sampai sekarang, Unila dipimpin oleh seorang Rektor secara berurut adalah sebagai berikut :
1. Prof. Dr. Ir. Sitanala Arsyad ( 1973-1981 )
2. Prof. Dr. R. Margono Slamet ( 1981-1990 )
3. Hi. Alhusniduki Hamim S.E., M.Sc. ( 1990-1998 )
4. Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc. ( 1998-2006 )
5. Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S. ( 2006-2015 )
6. Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P. ( 2015-2019 )
7. Prof. Dr. Karomani, M.Si. ( 2019-2022 )
8. Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M. ( 2023 – sekarang )
1.3 Sejarah Fakultas
Fakultas Teknik Universitas Lampung pertama kali didirikan tahun 1968 dengan Surat Keputusan Ketua Presidium Unila yang waktu itu dijabat oleh Gubernur daerah Propinsi
Lampung yaitu Zainal Abidin Pagar alam dengan Surat Keputusan No.227/KPTS/Pres/1968 Tanggal 5 Juli 1968. Namun karena adanya berbagai kendala, fakultas ini tidak dapat melanjutkan keberadaannya dan dengan Surat Keputusan No.101/B-/11/72, Fakultas Teknik tidak menerima mahasiswa baru lagi dan sejumlah mahasiswanya disalurkan ke fakultas lain di lingkungan Unila.
Pada Tanggal 13 Januari 1978 dibentuk panitia pendirian Fakultas Teknik yang diketuai oleh
Prof. Dr. Ir. Sitanala Arsyad, dan wakil ketua Ir. Sigit Raharjo (Kepala Dinas PUTK I Prov
Lampung). Realisasi pembentukan Fakultas Teknik ini berupa Surat Keputusan Rektor Unila
No. 03/KPTS/p/1979 Tanggal 8 Januari 1979 dengan nama Fakultas Teknik Sipil (Persiapan) Universitas Lampung. Tanggal 7 September 1982 Fakultas Teknik Universitas Lampung mendapat pengakuan yang dituangkan dalam Surat Keputusan Presiden RI No. 43Tahun 1982 tentang Susunan Organisasi Universitas dengan nama Fakultas Non Gelar Teknologi (FNGT). Kemudian keluar Surat Keputusan Rektor No 93/KPTS/R/1982 Tanggal 23
Nopember 1982 tentang penyelenggaraan Program D3 pada Fakultas Non Gelar Teknologi (FNGT). Tanggal 1 Juni 1991 keluar Surat Keputusan Mendikbud No.035/KPTS/R/1991 tentang Pembentukan Program Sarjana Jurusan Sipil, sehingga saat itu Fakultas Teknik Unila mengelola program D3 dan S1.Tanggal 6 Juli 1991 keluar Surat Keputusan Rektor Unila No. 08/KPTS/R/1991 Fakultas Non Gelar Teknologi (FNGT) berubah menjadi Fakultas Teknik.
Program Studi di FT Unila
Tanggal 22 Oktober 1993, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0385/D/1993 Tentang pembentukan Fakultas Teknik beserta organisasinya, maka terbentuklah Fakultas Teknik Unila secara offisial. Setelah itu, mulai diselenggarakan Program Studi Sarjana Teknik Sipil. Pada Tanggal 27 April 1998 terbit Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 129/DIKTI/KEP/1998 tentang Pembentukan Program Studi Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Kimia pada Fakultas Teknik Universitas Lampung.
Selanjutnya, pada tahun 1998 PS Teknik Mesin dan Teknik Elektro mulai menerima mahasiswa baru, sementara Teknik Kimia baru pada tahun 1999. Pada tanggal 1 Juni Tahun 2009, Program Studi Geofisika dipindahkan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) ke Fakultas Teknik (FT) berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Lampung No. 128/H26/DT/2009 dan menjadi PS Teknik Geofisika. Lima (5) Program Studi tersebut pada prosesnya kemudian berubah status menjadi Jurusan pada Fakultas Teknik Universitas Lampung.
Program Studi Paskasarjana S2 Teknik Sipil mulai dibuka dan menerima mahasiswa baru pada Tahun Ajaran 2007, berdasarkan Ijin Penyelenggaran PS baru dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 4924/D/T/2006 Tanggal 26 Desember 2006. Sementara itu Fakultas Teknik Universitas Lampung juga menyelnggarakan tiga (3) Program Studi setingkat Diploma 3 (D3) yaitu PS D3 Teknik Sipil, PS D3 Teknik Survey dan Pemetaan, dan PS D3 Teknik Mesin. Pada Tahun 2014, Fakultas Teknik sesuai mandat Dirjen Dikti membuka empat (4) Program studi baru yaitu: PS S1 Arsitektur, PS S1 Teknik Geodesi, PS S1 Teknik Informatika dan PS Magister (S2) Teknik Mesin.
Selanjutnya, pada tahun 2016, Fakultas Teknik kembali mendapat mandat Kemenristekdikti untuk membuka satu (1) Program studi baru yaitu PS Magister (S2) Teknik Elektro.Dengan demikian, hingga tahun 2018 ini Fakultas Teknik Universitas Lampung mengelola empat belas (14) Program Studi, yaitu delapan (8) PS S1, tiga (3) PS D3 dan tiga (3) PS S2, sebagai berikut:
• Program Studi Sarjana (S1) Teknik Sipil
• Program Studi Sarjana (S1) Teknik Mesin
• Program Studi Sarjana (S1) Teknik Elektro
• Program Studi Sarjana (S1) Teknik Kimia
• Program Studi Sarjana (S1) Teknik Geofisika
• Program Studi Sarjana (S1) Teknik Informatika
• Program Studi Sarjana (S1) Arsitektur
• Program Studi Sarjana (S1) Teknik Geodesi
• Program Studi Diploma III (D3) Teknik Sipil
• Program Studi Diploma III (D3) Teknik Mesin
• Program Studi Diploma III (D3) Teknik Survey dan Pemetaan
• Program Studi Magister (S2) Teknik Sipil
• Program Studi Magister (S2) Teknik Mesin, dan
• Program Studi Magister (S2) Teknik Elektro
Dekan dari masa ke masa
1. Prof. Dr. Ir. Sitanala Arsyad
2. Ir. Kartini Sulistiowati, M.T.
3. Ir. Siti Sudjalmi
4. Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo
5. Ir. Anshori Djausal, M.T.
6. Ir. Mariyanto, M.T.
7. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA.
8. Prof. Drs. Suharno, MSc., PhD.
Sumber Daya Manusia dan Laboratorium
FT Unila mempunyai 170 orang dosen dengan 155 orang dosen sudah tersertifikasi dosen profesional/serdos, 51 orang sudah bergelar S3/Doktor dan pada saat ini 22 orang dosen sedang melanjutkan studi lanjut S3. FT Unila juga diperkuat dengan 90 orang tenaga kependidikan dan mengelola 35 laboratorium yang melayani proses pendidikan/praktikum, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Per 30 November 2018, FT Unila mengelola sekitar 3000 orang mahasiswa, dengan rincian 2371 mahasiswa PS sarjana (S1), 670 mahasiswa D3, dan 59 mahasiswa magister (S2).
1.4 Tujuan
Berdasarkan misi yang sudah dirumuskan, FT Unila menentukan tujuan sebagai berikut:
i. Menghasilkan lulusan pendidikan tinggi teknik yang bermutu dan berdaya saing
ii. Meningkatnya jumlah dan mutu riset unggulan serta publikasi ilmiah internasional bereputasi dan nasional terakreditasi.
iii. Meningkatnya produk intelektual yang didukung dengan perolehan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Paten serta diseminasi dari hasil paten riset unggulan tersebut kepada masyarakat, dunia usaha dan dunia industri.
iv. Terwujudnya tata kelola penyelenggaraan pendidikan tinggi teknik sebagai upaya mendapatkan kepercayaan di tingkat Nasional maupun Internasional.
v. Meningkatnya jumlah kerjasama berkualitas di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat
BAB II PEMBAHASAN MATERI HARI KE-1 A. MATERI I
1. Visi dan Misi UNILA
a. Visi
Universitas Lampung menjadi center of excellence di tingkat Nasional dan Internasional sebagai Institusi yang kuat (BE STRONG) berlandaskan nilai-nilai luhur budaya Nasional dan Pancasila.
b. Misi
Menerapkan Tri dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas guna menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif dan fleksibel terhadap perubahan serta inovasi yang bermanfaat bagi peningkatan daya saing bangsa.
2. Soeciety 5.0
Soecity 5.0 adalah sebuah ilmu pengetahuan yang berbasis modern yang memanfaatkan teknologi of things seperti kecerdasan buatan(AI), komputerisasi, juga industry robot. UNILA mengusung era soecity 5.0 meliputi ;
a.Kurikulum Merdeka
b.International Exposure
c.Kegiatan Mahasiswa di Luar Kampus
d.Pengelolaan Lingkungan
MATERI H-2
1. Bela Negara
a. Definsi Bela Negara
Bela negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut.
b. Cara Mencintai NKRI
1).Budaya tertib (lalu lintas,antre,dll)
2).Budaya dispilin
3).Stop korupsi,kolusi,dan nepotisme
4).Kenali Indonesia dengan baik
5).Hentikan tontonan tidak bermanfaat
6).Sadari perbedaan itu indah
7).Jadikan keramahan sebagai simbol Indonesia
8).Pahami makna upacara
9).Hindari seks bebas
10).Gunakan produk dalam negeri
c. Implementasi Nilai-Nilai Persatuan Bangsa 1).Pernghormatan terhadap simbol-simbol
Negara 2).Pembangun kesadaran integrasi nasional
3).Meningkatkan kesadaran multikulturalisme
4.)Mengembangkan organisasi nonpriomordial
5.)Peningkatan kesejahteraan rakyat
5.)Perluasan dan peningkatan aksesbilitas pelayanan public
6.)Peningkatan kesadaran dan kapasitas hokum
7.)Penghormatan terhadap hak asasi manusia
2. Globalisasi
Globalisasi memunculkan ketat kejahatan berdimensi baru,disertai memudarkan nilai luhur kebangsaan maupun cinta tanah air. Salah satu efek globalisasi yang dapat menjadi ancaman adalah penyalahgunaan media social.
a.Medsos sebagai Bagian dari Tantangan Keberagaman
a).Intoleransi -> Penyebaran permusuhan dalam bentuk hoax dan meme yang dapat memicu konflik
b).Radikalisme -> Penyebaran paham radikal melalui propaganda c).Cybercrime -> Pornografi,judi online,UU ITE,dll.
b. Strategi Pencegahan dan Penanggulangan
a).Deredikalisasi terhadap jaringan radikal dengan memberdayakan tomas/agama
b).Koordinasi TNI,Polri,akademisi,Pemda,dan jurnalis
c).Memperkuat pendidikat karakter dengan wawasan kebangsaan
d).Penegakan hokum terhadap pelaku teroris dan memproses mereka berdasarkan hukum yan g ada
C.MATERI III
1. Globalisasi
Mahasiswa harus produktif dan memiliki daya saing serta memiliki prespektif perencanaan yang matang untuk menghadapi tantangan global di masa depan menuju Visi Indonesia Emas 2045 yaitu ;Negara Nusantara berdaulat,maju dan berkelanjutan .
2. Peningkatan Masyarakat
1).Peningkatan Kesehatan Masyarakat
-penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui revilitasi posyandu,Usaha Kesehatan
Sekolah,dan sosialisasi pranikah
-Peningkatan akses dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan
-Pengendalian penyakit
-Peningkatan akses,kemandirian dan mutu ketersediaan farmasi dan alat
-Peningkatan jumlah,jenis,kualitas,dan pemerataan tenaga kesehatan
2).Peningkatan Pendidikan Masyarakat
-Pemerataan dan peluasan akses pendidikan dengan meningkatkan rata-rata lama sekolah
Penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun dan Rintisab Wajar Dikmen 12 tahun
-Meningkatkan kegiatan pemberantasan buta aksara atau kesetaraan fungsional,untuk memberantas tuntas masyarakat buta huruf
-Peningkatan mutu,relevansi dan daya saing pendidikan melalui peningkatan keahlian dan kualitas tenaga pengajar(guru),kompetensi lulusan,standar sarana dan prasarana pendidikan Penguatan tata kelola,akuntabilitas dan pelayanan public
3).Penanggulangan Kemiskinan
-Program bantuan sosial dan jaminan sosial terpadu berbasis rumah tangga,keluarga atau individu melalui perbaikan pada data sasaran penerima bansos
-Program pemberdayaan masyarakat dan penguatan pelaku usaha mikro,kecil, dan menengah dengan memaksimalkan bumdes dan smart village
D. MATERI IV
KEMAHASISWAAN
Pengembangan kemahasiswaan merupakan salah satu bagian dari sub sistem pendidikan tinggi dan tidak terlepas dari kebijaksanaan umum sistem pendidikan. Pengembangan kemahasiswaan merupakan tugas nasional yang penting karena mahasiswa sebagai sumberdaya manusia merupakan potensi yang vital dan strategis. Pengembangan kemahasiswaan dilakukan selaras dengan pembinaan dan pengembangan generasi muda
Indonesia.
Berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud nomor 155/O/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi, pengembangan kemahasiswaan merupakan wahana dan sarana membentuk mahasiswa menjadi manusia yang berjiwa pancasila, bertanggung jawab, mandiri ,dan mampu mengisi kemerdekaan bangsa. Pengembangan kehidupan kemahasiswaan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Pengembangan kemahasiswaan di Universitas Lampung menjadi tanggugjawab seluruh sivitas akademika, yang dilakukan dalam suatu tatanan sistematis yang mengandung rangkaian program pembinaan yang menyeluruh, terarah dan terpadu, serta berlangsung secara terus menerus, yang berlaku baik untuk mahasiswa program Sarjana, Diploma, maupun Pascasarjana.
Pembinaan Kemahasiswaan
Untuk memenuhi kebutuhan utama mahasiswa, yang mencakup kebutuhan untuk mengembangkan penawaran, minat (bakat dan kegemaran), informasi dan kesejahteraan, maka disediakan empat macam layanan (penalaran, minat, bakat dan kesejahteraan), yang disertai dengan pembinaan dan pengembangannya.
Bidang Penalaran
Pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan dalam kegiatan ekstrakulikuler bidang penalaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, sehingga sebagai insan akademis memiliki daya penalaran yang tinggi, responsif terhadap berbagai gejala dan peristiwa yang muncul sebagai kenyataan disekitarnya, dapat berargumentasi cara rasional dan objektif, serta reseptif terhadap pendapat orang lain. Selain itu sebagai calon cendekiawan, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengn wawasan multi- dimensional.
Jenis pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan bidang penalaran meliputi kegiatan sebagai berikut: (a) Lomba Mahasiswa Berprestasi (b) Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM)
(c) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
(d) Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM)
(e) Seminar, Diskusi, Simposium, Stadium General, dan sebagainya.
Dalam program tahunan, Direktorat PKPPM dan PAK serta Dp3M Ditjen Dikti bekerjasama dengan para pembantu Rektor III (Bidang Kemahasiswaan) Perguruan Tinggi Negri dan Kopertis, setiap awal tahun takwin melaksanakan kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNAS) dengan materi LKTM, PKM, Pameran ilmiah,lombarobot,dan stadiumgenerale.
Bidang minat, bakat, dan kegemaran
Pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan bidang minat, bakat, dan kegemaran dilaksanakan dengan memberikan layanan ekstrakurikuler yang meliputi bidang olahraga, kesenian, dan minat atau kegemaran khusus, baik yang bersifat rutin maupun insidental. Kegiatan rutin dilaksanakan secara periodik dengan jadwal teratur, sedangkan yang bersifat insidental dilakukan secara tidak terjadwal dan disesuaikan dengan keadaan.
(1) Olahraga
Pembinaan olahraga mahasiswa ditingkat universitas dilaksanakan melalui UKM bidang olahraga. Di Unila ada
16 UKM, yang meliputi: sepak bola, volley ball, basket ball, soft ball, tenis lapangan, tennis meja, yudo, karate dan pencak silat, atletik, anggar, bridge, bulu tangkis, catur, dan renang, setiap dua tahun diadakan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS).
(2)Kesenian
Minat dan bakat seni mahasiswa dikembangkan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang seni atau UKM - BS. UKM-BS dan Paduan Suara Mahasiswa (PSM). Unila mempunyai beberapa keg iatan: tari tradisional, tari kreasi, teater, tari modern, kine club, puisi, musik kontemporer, dan seni lukis, PSM membina paduan suara, folk song, dan seni suara. Setiap dua tahun diadakan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas).
(3)Kegemaran Lain
Disamping olahraga dan seni, bakat dan kegemaran mahasiswa juga diarahkan dan ditampung dalam wadah
UKM yang sesuai seperti:
(a) UKM Resimen Mahasiswa Raden Intan Satuan Unila
(b) UKM Pramuka G 525 – G 526
(c) UKM KSR-PMI (Korp Sukarela Palang Merah Indonesia) (d) UKPM (Unit Kegiatan
Penerbitan Mahasiswa) teknokra (e) UKM Pecinta Alam (MAPALA)
(f) UKM Filateli (penggemar perangko dan benda-benda pos) (g) UKM Rakanila (Radiao Mahasiswa Kampus) (h) UKM Penelitian.
Bidang Pelayanan Kesejahteraan Mahasiswa
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan mahasiswa, Unila memberikan berbagai macam kegiatan layanan, yang pelaksanaannya dikoordinasikan dengan unit-unit kegiatan yang bersangkutan. Pelayanan kesejahteraan mahasiswa tersebut mencakup:
(1) Pembinaan Mental dan Kerohanian
Sebagai wujud kepedulian Pimpinan Universitas Lampung dalam pembinaan mental dan spiritual mahasiswa adalah dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan keagamaan, dengan terlebih dahulu mengajukan usul kegiatan kepada WRIII, dan diskusi keagamaan.
Sarana dan prasarana keagamaan selalu ditingkatkan sesuai dengan kemampuan dan keperluan yang ada, misalnya Masjid Kampus Al’ Wasi’i. Pengurus masjid ini membina mahasiswa melalui bimbingan rohani mahasiswa (Birohmah).
Untuk mahasiswa penganut agama selain islam, kegiatan agama misalnya perayaan Natal, Paskah, hari raya Nyepi, dan perayaan hari Waisak dilaksanakan olah panitia yang dibentuk oleh ukm tyang bersangkutan, seperti UKM Kristen, UKM Hindu, dan UKM Budhis.
(2) Koperasi Mahasiswa (Kopma)
Salah satu kegiatan ekstrakurikuler di bidang kesejahteraan mahasiswa untuk menunjang profesionalisasi adalah Koperasi Mahasiswa (KOPMA). Kopma merupakan wujud partisipasi mahasiswa Unila dalam pengembangan dan pemasyarakatan koperasi. Kopma didirikan pada tanggal 27 Februari 1982 dan disahkan sebagai badan hukum oleh Kandep Koperasi Kodya Bandar Lampung Nomor 506/13H/7/83 tanggal 25 Mei 1983.
Selain berfungsi dalam pelayanan bagi anggotanya, Kopma juga menjadi wadah penyaluran kreatifitas anggota dalam berbagai kegiatan produktif dan kegiatan pengembangan profesi. Keanggotaan Kopma Unila terdiri dari anggota biasa yaitu seluruh mahasiswa Unila yang terdaftar, anggota luar biasa yaitu anggota Kopma yang tidak lagi berstatus sebagai mahasiswa tetapi tetap berpartisipasi dalam Kopma, dan anggota kehormatan yang ditetapkan oleh pengurus Kopma dengan SK. Usaha pelayanan Kopma Unila meliputi bursa mahasiswa yang menyediakan alat tulis kantor, barang kebutuhan sehari-hari, unit toko buku, unit fotocopy, unit jasa penjilidan, unit penyewaan (rental) komputer, dan unit simpan pinjam.
(3) Pemberian Beasiswa
Setiap tahun Unila menyalurkan beasiswa dari 48 sponsor/donatur kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan oleh pihak pemberi. Secara umum beasiswa ini bertujuan membantu mahasiswa yang berprestasi akademik baik, tetapi perekonomian orangtua/wali mahasiswa tersebut tergolong lemah sampai tahun 2007/2008 ini terdapat ± 24.871 mahasiswa penerima beasiswa.
Prosedur: Mahasiswa mengajukan permohonan beasiswa kepada Rektor melalui Dekan fakultas masing-masing dengan dilampiri syarat-syarat yang diwajibkan. Wakil Rektor III menyeleksi secara administratif, kemudian hasil finalnya disampaikan kepada pihak pemberi beasiswa yang ditindaklanjuti sampai pada pencairan dana.
(4) Asuransi Kecelakaan
Dalam usaha meringankan beban mahasiswa, Unila bekerjasama dengan PT ASURANSI JASA Raharja memberikan layanan jasa asuransi kecelakaan kepada mahasiswa. Seluruh mahasiswa unila diwajibkan untuk membayar premi pada saat pembayaran SPP yang berlaku dalam jangka satu tahun akademik.
Apabila terjadi kecelakaan pada mahasiswa, maka orangtua/wali dapat mengajukan klaim kepada Rektor. Wakil Rektor III akan mengajukan klaim tersebut kepada PT Asuransi Jasa raharja dengan melampirkan surat keterangan kecelakaan dan formulir klaim yang telah disediakan oleh PT Asuransi Jasa Raharja. Asuransi kecelakaan ini berlaku selama 24 jam.
(5) Poliklinik Kesehatan
Pelayanan kesejahteraan mahasiswa dalam hal pemeliharaan kesejahteraan jasmani diwujudkan oleh Unila dalam bentuk penyediaan poliklinik kesehatan mahasiswa. Poliklinik ini berlokasi digedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Unila, yang dibuka empat hari selama seminggu. Di samping melayani mahasiswa, poliklinik ini juga melayani dosen, karyawan, dan keluarganya. Poliklinik kesehatan mahasiswa ini dipimpin oleh dokter dan perawat dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung dan didukung oleh sejumlah dokter dari program pendidikan dokter
Unila serta dibantu oleh tenaga administrasi dari staf bagian kemahasiswaan. Biaya operasional poliklinik dibebankan kepada dana SPP/DPP Unila.
(6) Mahasiswa Berprestasi (Mawapres)
Berdasarkan pada petunjuk dari Ditjen Dikti, setiap tahun di Unila dilaksanakan pemilihan mahasiswa berprestasi (Mawapres). Pemilihan Mawapres ini merupakan salah satu upaya penyempurnaan dan melengkapi proses belajar mengajar, sehingga diharapkan timbul suasana yang kondusif dan sadar akan tugas pengisian dan pengembangan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di samping itu, juga bertujuan untuk merangsang kompetisi yang sehat diantara mahasiswa untuk mencapai prestasi terbaik.
Tiap fakultas diwajibkan mengirimkan mahasiswa terbaiknya untuk dikompetisikan ditingkat universitas. Kriteria pemilihan mahasiswa berprestasi mencakup: (1) prestasi akademik, (2) karya tulis ilmiah, (3) prestasi makalah dan (4) bahasa Inggris. Mahasiswa berprestasi terbaik yang terbaik yang trpilih akan mewakili mahasiswa Universitas Lampung dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional dan berpuncak pada hari ulang tahun kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus di Jakarta.
MATERI HARI KE-3
(MATERI PENGENALAN FAKULTAS) DEKAN
FT
Dr. Eng. Ir. Helmy Fitriawan, S.T, M.Sc.
WAKIL DEKAN BIDANG AKADEMIK & KERJA SAMA
Dr. Muhammad Irsyad, ST, MT.
WAKIL DEKAN BIDANG UMUM & KEUANGAN
Vera Agutriana, ST, MT, PhD
WAKIL DEKAN BIDANG KEMAHASISWAAN
Dr. Eng. Ageng Sadnowo Repelianto, ST, MT.
Ekosistem FT UNILA oleh Dr. Eng. Ir. Helmy Fitriawan, S.T, M.Sc.
1. Pimpinan FT UNILA
2. Bentuk-bentuk perguruan tinggi
3. Civitas academia
4. Prinsip perguruan tinggi
5. Peran mahasiswa
6. Proses pendidikan perguruan tinggi
7. Hasil pembelajaran di perguruan tinggi
8. Karakteristik dan cara berpikir engineer
Sistem Perkuliahan dan Bimbingan Akademik oleh Dr. Muhammad Irsyad, ST, MT.
1. Syarat kelulusan
2. Sistem kredit semester (sks)
3. Mata kuliah
4. Peraturan akademik
5. Bimbingan akademik
6. Layanan akademik
Sarana, Prasarana, dan Budaya Studi di FT UNILA oleh Vera Agustriana, S.T, M.T, PhD.
1. Gedung
2. Laboratorium
3. Aula
4. Tempat Ibadah
5. Perpustakaan
6. Fasilitas olahraga
7. Biaya studi
Hak & kewajiban, kompetisi, dan beasiswa mahasiswa oleh Dr. Eng. Ageng Sadnowo Repelianto, ST, MT.
1. Organisasi
2. Hak & kewajiban mahasiswa
3. Larangan-larangan dan sanksi
4. Tata cara memberi sanksi
5. Komisi disiplin fakultas
6. Kompetisi mahasiswa
Materi “Ekosistem Pendidikan Tinggi Kebijakan MBKM”
Pendidikan tinggi adalah suatu hal yang dilakukan setelah melaksanakan sekolah menengah seperti SMP/SMA yang dilaksanakan berdasarkan kebudayaan Indonesia. Terdapat 3 jenis pendidikan tinggi yakni, akademik, profesi, dan insinyur.
Bentuk Perguruan Tinggi terdapat 3 jenis yaitu :
1) Universitas : Universitas adalah lembaga pendidikan tinggi yang menawarkan berbagai program studi, seperti program sarjana, pascasarjana, dan doktoral di berbagai bidang seperti ilmu sosial, sains, teknologi, humaniora, dan bisnis. Universitas biasanya memiliki fakultas fakultas yang terdiri dari sejumlah departemen dan program studi, dan memiliki pendekatan interdisipliner dalam pengajaran dan penelitian.
2) Institut : Institut adalah lembaga pendidikan tinggi yang fokus pada bidang-bidang tertentu seperti teknik, teknologi, atau sains. Biasanya, institut menawarkan program pendidikan yang lebih praktis dan terfokus pada penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan teknik dalam berbagai bidang industri.
3) Politeknik : Politeknik adalah lembaga pendidikan tinggi yang fokus pada pendidikan teknik dan teknologi. Politeknik biasanya menawarkan program studi sarjana dan diploma, dengan fokus pada pelatihan praktis dan keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam industri tertentu. Politeknik juga menawarkan program pendidikan vokasional dan kursus pendek untuk pelatihan keterampilan tertentu.
Prinsip Pembelajaran Pendidikan Tinggi
1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan;
2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat;
3. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik;
4. Pembelajaran yang relevan yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra; dan
5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.
Materi “Sistem Perkuliahan dan Pembimbing Akademik”
Sistem Kredit Semester
Satu sks pada proses pembelajaran berupa kuliah, response, atau tutorial, terdiri atas
a) Kegiatan tatap muka 50 menit per minggu per semester.
b) Kegiatan penugasan terstruktur 60 menit per minggu per semester.
c) Kegiatan mandiri 60 menit per minggu per semester.
Satu sks pada proses pembelajaran berupa seminar atau bentuk lain yang sejenis, terdiri atas
a. kegiatan tatap muka 100 (seratus) menit per minggu per semester; dan b. kegiatan mandiri 70 (tujuh puluh) menit per minggu per semester.
Perhitungan beban belajar dalam sistem blok, modul, atau bentuk lain ditetapkan sesuai dengan kebutuhan fakultas dalam memenuhi capaian pembelajaran.
Beban dan Masa Studi Mahasiswa
Beban studi mahasiswa program diploma, sarjana, profesi, magister dan doktor disajikan pada Tabel 1.
Beban sks program sarjana mulai Semester III ditentukan berdasarkan IP semester sebelumnya disajikan pada Tabel 2.
Pembimbing Akademik
Pembimbing akademik mahasiswa, yang selanjutnya disingkat PA, adalah dosen yang ditetapkan oleh dekan atas usulan ketua program studi/bagian. Pertemuan dosen PA dan mahasiswa bimbingannya paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester. Tugas PA adalah
a. membantu mahasiswa dalam menyusun rencana studi (RS);
b. membantu mahasiswa dalam mempertimbangkan mata kuliah yang akan diambil sesuai dengan beban sks yang dapat diambil dan memvalidasi RS;
c. memonitor dan mengevaluasi perkembangan studi mahasiswa;
d. mendokumentasikan hasil pemantauan mahasiswa bimbingan kepada jurusan setiap akhir semester melalui kartu kendali;
e. membantu mengatasi masalah-masalah studi yang menghambat kelancaran studi apabila diperlukan, mahasiswa dapat direkomendasikan untuk berkonsultasi kepada Tim Bimbingan Konseling Mahasiswa (TBKM).
Materi “Pengembangan Karakter Mahasiswa”
Mahasiswa berkarakter adalah mahasiswa yang memahami tugas dan fungsinya sebagai mahasiswa. Mahasiswa tersebut ditandai dengan upaya yang sungguh-sungguh dalam dirinya untuk senatiasa meningkatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikapnya (WPKNS) dengan berbagai aktifitas yang dijalani baik melalui kegiatan perkuliahan, aktif dalam berorganisasi ekstra atau intra kampus untuk mengembangkan potensi dirinya melalui pengelolaan waktu yang adil yaitu pandai menempatkan sesuai dengan kebutuhan dengan memperhatikan, situasi, kondisi, toleransi, pantauan dan jangkauan yang ada pada dirinya dan lingkungannya. Mahasiswa berkrakter ini lebih dewasa dalam menyikapi persoalan yang datang menghampirinya. Jika menghadapi masalah dirinya tenang, optimis, penuh percaya diri, tidak menyalahkan orang lain, memecahkan masalah dengan arif dan bijaksana, memiliki kemampuan mengendalikan dirinya, memahami kelemahan dan kelebihan dirinya dan orang lain, pandai menempatkan diri dengan siapa yang dihadapinya, mampu berkomunikasi dengan efektif dengan semua orang karena memiliki kecerdasan sosioemosional.
Mahasiswa berkarakter biasanya adalah seorang yang taat menjalankan ibadah kepada Tuhannya, memiliki kecerdasan spritual dalam melakukan kegiatan kesehariannya dan selalu mendasari aktifitasnya dengan niat beribadah kepada-Nya. Silaturahmi yang dibangunnya melalui kegiatan di tempat-tempat ibadah, organisasi kampus maupun ektra kampus untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Mampu mengetahui mana yang boleh (halal) dan mana yang dilarang (haram) dan berkeyakinan bahwa kesuksesan hidup di dunia dan akhirat adalah karena ijin dan ridhonya Tuhan yang Maha Esa semata, yang di anugerahkan melalui ikhtiar-ikhtiar manusia.
Mahasiswa berkarakter memiliki kemampuan untuk menyelesaikan studi dengan memadukan prinsif “Kuliah Selesai Tepat Waktu dan di Waktu yang Tepat”. Maksudnya adalah kadang kala kita melihat mahasiswa yang lulus tepat waktu namun setelah diperhadapkan dengan kondisi kerja di masyarakat banyak yang tidak mampu melewati tantangan tersebut dikarenakan hanya sekedar lulus tetapi miskin akan WPKNS, dan juga ada yang lulus terlalu lama, banyak menghabiskan waktu, energi, uang, ataupun orang tua sudah terlanjur meninggal sehingga tidak sempat melihat kesuksesan anaknya, namun memiliki WPKNS yang baik. Hal tersebut memperlihatkan bahwa pentingnya perpaduan untuk menutupi kelemahan-kelemahan dari kedua konsep tersebut.
Perlu juga kita sadari bersama bahwa kuliah bukanlah untuk menghasilkan lulusan yang bisa bekerja, karena banyak penelitian menunjukan bahwa tanpa kuliah banyak orang yang mampu bekerja. Namun esensi perkuliahan adalah mendewasakan mental mahasiswa sehingga mampu menjalani kehidupannya secara baik dan benar dimanapun dengan kondisi apapun, hal inilah yang akan menuntun setiap orang mendapatkan pekerjaan yang layak, dan bermanfaat untuk dunia dan akhirat.
Mahasiswa yang berkualitas menjadi salah satu kata kunci untuk membangun bangsa Indonesia ke depan. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Mahasiswa yang berkualitas IMTAQ dan IPTEK serta cinta tanah air inilah merupakan kekuatan untuk memenangkan kompetensi dalam iklim persaingan global ini. Oleh karenanya sebagai mahasiswa seharusnya memiliki pandangan jauh ke depan untuk membangun bangsa ini lebih maju, berperadaban, cerdas, berkeadilan, sejahtera, sehat lahir dan batin. Untuk mewujudkan semua itu, mahasiswa hendaknya bertekad untuk menjadi pemimpin masa depan memiliki keilmuan, keimanan, integritas, dan kredibilitas dalam meningkatkan kedewasaan dalam berpikir, merasa, bersikap, bertindak dan bertanggung jawab (BMB3).
Untuk itu mahasiswa perlu memperkuat karakter kemahasiswa annya. Karakter kuat ini dapat diketahui dari ciri-ciri sebagai berikut:
1. Kreatif dan mampu memecahkan masalah dengan tepat,
2. Pembelajar yang rajin, kritis, disiplin, berpengetahuan luas dan berwawasan global,
3. Mampu berkomunikasi dengan baik,
4. Siap mengambil resiko apapun,
5. Bekerja keras dan cerdas,
6. Mempunyai integritas yang tinggi,
7. Toleran, mencintai sesama, fleksibel dalam berinteraksi.
Menjadi mahasiswa pemimpin masa depan dapat membekali diri dengan;
1) Communication
2) Leadership
3) Time Management
4) Positive Attitude
5) Adaptabillity
6) Collaboration
7) Mananging Stress
8) Presentations
9) Creativity
10) Negotiation
Materi“Hak dan Kewajiban Mahasiswa”
A. Hak Mahasiswa
1. Melakukan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk mengkaji ilmu pengetahuan sesuai dengan norma dan etika akademik
2. Memperoleh pengajaran dan layanan bidang akademik dan administratif dengan sebaik- baiknya, sesuai dengan minat,bakat,kegemaran dan kemampuan
3. Mendapat bimbingan dari akademik dan non akademik,jurusan,progam studi
4. Memanfaatkan sumberdaya fakultas, dan jurusan baik secara pribadi maupun melalui perwakilan atau organisasi kemahasiswaan, untuk kepentingan pembelajarannya
5. Ikut dalam kegiatan lembaga kemahasiswaan di tingkat universitas,fakultas,dan progam studi
B. Kewajiban Mahasiswa
1. Mengikuti proses pembelajaran dengan tekun dan sungguh-sungguh agar memeroleh prestasi tinggi
2. Mematuhi semua peraturan dan ketentuan yang berlaku,baik pada tingkat universitas,fakultas,dan jurusan
3 Ikut memelihara sarana dan prasarana
4. Menjaga kebersihan dan keindahan di lingkungan Fakultas Teknik
5. Menghargai Ilmu Pengetahuan, teknologi,dan seni
6. Menjaga suasana akademik yang kondusif di lingkungan FT
7. Terlibat aktif dalam kegiatan lembaga kemahasiswaan
8. Berpakaian rapih, sopan, dan santun
9. Tidak terlibat dari kegiatan politik praktis dan pengembangan paham
10. Menjaga kampus dari kegiatan politik praktis dan tindakan radikalisme
ORMAWA civitas academia FT UNILA
1. Himateks
2. Himatem
3. Himatro
4. Himatemia
5. Hima TG Buana
6. Himages
7. Himatur
8. BEM FT UNILA
9. DPM FT UNILA
10. FOSSI FT UNILA
11. Matalam
MATERI HARI KE-4
*Penerimaan: SNBP, SNBT.SMM, PMPAD, prestasi khusus
* Jumlah sks: Minimal 144 SKS
Gelar : Sarjana Arsitektur (S. ARS)
Bukan sekedar bangunan yang akan kita buat, tapi juga siwa
Visi & Misi
"menjadi Program Studi Arsitektur yang unggul dalam Pengembangan arsitektur berkelanjutan, berbaris kearifan lokal, dan Inovasi teknologi di tingkat nasional Pada tahun 2030"
1. Menyelenggarakan Pendidikan Arsitektur
2. Melaksanakan Penelitian di bidang Arsitektur yang mendorong Inovasi
3. Menyelenggarakan pengabdian kpd masyarakat yn berkontri-busi.
4. Membangun jejaring kerjasama
5. Mengembangkan budaya akademik yang adaptif
BAHAN KAJIAN (BK)
1. Basar teori Arsi
KULIAH/TEORI
PRAKTIKUM
& Core MK : STUPA (8x)
SUSUNAN MATKUL
* Sambutan ketua himatur M. Fachry/Fachri Affandi
* Sambutan Pembina Himatur
* Yori Antar
Andra Mati
Andi Rahman
1.Pendidikan
2. Pengabdian
*pengenalan departemen
Presidium
Danus (Dana dan Usaha)
Kesekretariatan
Minat Bakat
Kominfo
Penelitian dan Edukasi
Advokasi
Kerohanian
PSDA (Pengembangan Sumber Daya Anggota) keringanan
UKT
Pembebasan UKT
Sikebas
Pengembangan karakter Mahasiswa = Dr. Eng.Ageng Sadnewo Repelianto. ST., MT.
Pengenalan growth Mindset Mahasiswa, Pembentukean karekter mahasiswa yang menghargai kemanusiaan, dan membangun kesehatan mental mahasiswa
SKPI
PKKMB JURUSAN /20 Agustus 2025
Tema: "Membangun Pondasi Arsitek muda yang tangguh dan Berintegritas."
Menyanyikan lagu
Sambutan Figo - doa
Sambutan - Kaprodi S1 Arsitektur
Ketua jurusan : lr. Ar. Agung cahyo Nugroho, S.,T., M.T.
Pengenalan dosen Dosen:
: Ir. Ar kelik Hendro Basuki, S.T.. M.T. - kaprodi S1 Arsi
: Ir. Pangi kurniawan, S.T., M.Sc., IPM : mahasiswa dari Pak kelik dan bu citra - kaprodi 03
: Dr. Ir. Citra Persada, M.SC.-sekjur
: Mas Muhammad Hizbullah sesuman, S.T., M.T - ka. Lab Perancangan :Ar.
Dianalisa., ST., M.T. IAI.
Dosen :
: Fadhilah Rusmiati, S.T.. M.T
: Ayu Komalasari Dewi, 5.T., M.Ars
: Tiya Suryadi Putri, S.Ars., M. Arch
: Suci Lestari, S.T., M.Ars
: Viata viriezky, S.T., M.Ars
: Qonifah Effendi. S. Ars., M.Ars
: M. Shubi Yuda Wibawa, S.T., M.T.
: Ahmad Baqir Adrian, S.T., Μ.Τ.
: Moh. Faisal Farig, S.Pd., M.Ars
: Dona Jhonnata, S.T., Μ.Γ
: Tri Seprianto, S. Ars. M. Ars
: Nugroho Fadianto, S.T., M.SC.
: Dini Agumsari., S.Ars., M.R.K
: Ar. Daud Haniman.S.T. IAI. - Andi Rahman
: Ar. Puan Jati Megawati, S.Ars., M.Ars
: Yunita kesuma, S.T., M.SC. /* Dini Hardilla, S.T., MT.
* Tenaga keperididikan
: Anita Dewi - Adm S1 Arsitektur : Wirmalinda - Adm D3 T. Sipil (ABG)
: Eko saputro - :
Septi Nur Indah
Penyampaian Materi dari kaprodi Bapak kelik
* Kurikulum 2025 PS Sarjana Arsitektur Universitar Lampung
* Ps sargana Arsi UNILA berdiri 19 mei 2014
* Awal sem: Agustus
* Durasi Pendidikan: 6 semester
BAB III
KESIMPULAN
Pada dasarnya pengaplikasi pedoman PKKMB pada perguruan tinggi adalah galat satu upaya proses akselerasi adaptasi & pembentukan eksklusif mahasiswa yang utuh, berkualitas, sukses pada studi, dan siap menghadapi tantangan pada masa depan. Panduan ini
disampaikan pada semua pihak yg terkait buat sebagai acuan padaaplikasi sosialisasi kehidupan kampus bagi mahasiswa baru, & diubahsuaikan menggunakan syarat masing- masing perguruan tinggi.
BAB IV SARAN DAN KESAN
4.1 Saran
Selama 3 hari saya mengikuti kegiatan PKKMB dari universitas Lampung ataupun PKKMB fakultas TEKNIK. Saya banyak belajar belajar bagaimana bersopan santun danberetika yang baik dengan sesama manusia baik kepada yang lebih muda maupun kepada yang lebih tua. Banyak hal-hal menyenangkan dan pengalaman yang saya dapatkan. Saya juga berterima kasih kepada kakak panitia yang sudah bekerja keras agar kegiatan PKKMB berjalan dengan semestinya.
Saran saya untuk Universitas Lampung yaitu :
Mohon diperhatikan lagi untuk web registrasi dan yang lain sebagainya karena sering down saat di akses.
4.2 Kesan
Setelah menjalani kegiatan PKKMB tingkat Universitas dan Fakultas, saya dapat belajar tentang lingkungan kampus dan mendapatkan banyak teman baru dari lingkup universitas dan fakultas. Walaupun saya belum dapat mengerti sepenuhnya sistem kampus ini, tetapi dengan berjalannya nanti saya akan belajar lebih dalam tentang lingkungan kampus.
0 Komentar